ASPEK BUDAYA TENTANG KESEHATAN DAN PENYAKIT

April 3, 2009

ASPEK BUDAYA TENTANG KESEHATAN DAN PENYAKIT

SHIDIQ WIDIYANTO
MULIADI
ARNI
NUR FITRIANI
ASWINDA
WA RIDA

ASPEK BUDAYA TENTANG KESEHATAN DAN PENYAKIT

Pembangunan kesehatan sebagai salah satu upaya pembangunan nasional diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan, dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dan kesehatan yang demikian yang menjadi dambaan setiap orang sepanjang hidupnya. Tetapi datangnya penyakit merupakan hal yang tidak bisa ditolak meskipun kadang-kadang bisa dicegah atau dihindari.

WHO mendefenisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sempurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang. Oleh para ahli kesehatan, antropologi kesehatan dipandang sebagai disiplin biobudaya yaag memberi perhatian pada aspek-aspek biologis dan social budaya dari tingkah laku manusia, terutama tentang cara-cara interaksi antara keduanya sepanjang sejarah kehidupan menusia yang mempengaruhi kesehatan dan penyakit. Penyakit sendiri ditentukan oleh budaya: Hal ini karena penyakit merupakan pengakuan social bahwa seseorang tidak dapat menjalankan peran normalnya secara wajar. Cara hidup dan gaya hidup manusia merupakan fenomena yang dapat dikaitkan dengan munculnya berbagai macam penyakit, selain itu hasil berbagai kebudayaan juga dapat menimbulkan penyakit.

A.KEHIDUPAN ORANG AMERIKA-ASIA

Asian American atu yang biasa disebut Amerika-Asia adlah oaring-orang yang berasal dari asai yanmg lahir di Amerika. Mereka datang dari berbagai negara misalnya China, Jepang, Korea, Filipina, Vietnam, India, Pakistan, negara-negara Arab dan lain-lain. Misalnya di kota-kota besar selalu ada Chinatown.

Orang Amerika-Asia adalah orang yang berasal dari Asia dan menetap di Amerika sampai beberapa generasi.Pengobatan tradisional yang dalakukan oleh orang asal Tiongkok di Amerika telah berkembang selama beberapa ribu tahun . Praktek pengobatan termasuk pengobatan herbal, akupuntur, dan pijat tuina.

Pengobatan tradisional tiongkok percaya bahwa segala proses dalam tubuh manusia berhubungan dan berinteraksi dengan lingkungan.Oleh karena itu, penyakit disebabkan oleh ketidak harmonisan antara lingkungan di dalam dan di luar tubuh seseorang. Gejala ketidak harmonisan ini digunakan dalm pemahaman, pengobatan, dan pencegahan penyakit. Teori yang digunakan dalam pengobatan didasarkan pada beberapa acuan filsafat termasuk teori ( ing_Luo ), teori organ Zang Fu dan lainnya. Diagnosis dan perawatan dirujuk pada konsep tersebut.

Praktek Pengobatan

Kini pengobatan tradisional Tionghoa diajarkan hampir di semua kedokteran di Tiongkok, sebagian besar Asia, dan Amerika Utara.
Pada dunia Barat, pengobatan tradisional Tionghoa sebegai pengobatan alternatif.
Pengobatan tradisional merupakan bentuk intervensi terapi yang tidak invasif, berakar dari kepercayaan kuno, termasuk didalamnya konsep kepercayaan kuno. Pada abad ke-19 para praktisi pengobatan tradisional ini masih memiliki pengetahuan yang terbatas mengenai penyakit infeksi, dan pemahaman ilmu kedokteran Barat seperti biokimia. Mereka menggunakan teori-teori ribuan tahun dan yang didasarkan pengalaman, pengamatan, serta sebuah sistem prosedur yang menjadi dasar pengobatan dan diagnosis. Tidak seperti beberapa bentuk pengobatan tradisional yang telah punah, pengobatan tradisional tersebut kini menjadi bagian dari pengobatan modern dan bagian sistem kesehatan. Dalam beberapa decade belakang ini, banyak ahli kedokteran barat yang juga meneliti kebenaran pengobatan tradisional Tionghoa ini.

Diagnosis

Terdapat empat macam metode diagnosis pada pengobatan tradisional yang dilakukan:
1. Wang ( mengamati )
2. Wen ( mendengar, menghidu dan menanyakan riwayat )
3. Qie ( menyentuh )

Teknik Diagnosis

1.palpasi atau merasakan denyut nadi arteri rasialis pasien pada posisi
2.mengamati keadaan lidah pasien.
3.pengamati wajah pasien
4.menyentuh tubuh pasien, terutam bagian abdomen
5.mengamati suara pasien
6.mengamati permukaan telinga
7.mengamati pembuluh darah halus pada jalur telunjuk anak-anak
8.membandingkan kehangatan relatif atau suhu pada beberaapa bagian tubuh
9.mengamati bau badan pasien
10. menanyakan efek permasalahannya
11.pemeriksaan lain tanpa alat dan melukai pasien

B.KEHIDUPAN ORANG AMERIKA ASAL AFRIKA

Penduduk Amerika sangat beragam sehingga Amerika serinh disebut “melting pot”. Orang kulit hitam biasanya disenut African American.Orang Amerika asal Afrika adalah orang yang lahir di amerika yang asal usulnya pendatang dari negara-negar Eropa

Penyebaran HIV Berasal dari Barat

HIV ditemukan pada contoh jaringan tubuh seseorang pemuda Amerika-Afrika yang meninggal dunia di St. Lous, AS, tahun 1969. Analisis yang dilakukan pada 1998 tentang contoh plasma darah pada tahun 1959 mengesankan bahwa HIV-1 memasuki manusia sekitar 1940-an atau awal 1950-an, lebih awal yang diperkirakan sebelumnya, ilmu lain memperkirakan lebih lama lagi, mungkin sekitar 100 tahun yang lalu atau lebih.

Sekarang banyak yamg menganggap heran HIV terlihat berkembang dari satu jenis HIV yang ditemukan pada tipe simpanse di Afrika Barat. Ini berarti HIV pertama muncul di sana. Jadi mungkin juga HIV timbul pada waktu yang hampir bersamaan baik di Amerika Selatan dan Afrika.Ada beberapa faktor yang dapat mendukung penyebaran begitu mendadak, termasuk perjalanan internasional, penggunaan narkoba yang meluas dan terlebih lagi budaya seks bebas.

Apa Yang Menyebabkan Epidemi Ini Menyebar Secara Tiba-Tiba ?

Yang dimaksud perjalanan internasional yaitu perana ini dimainkan oleh perjalanan internasional dalam penyebaran HIV ddisorot pada kasus yang sekarang dikenal dengan ‘Patient Zero’ ( pasien asli ). Petien Zero adalah seorang pramugara pesawat terbang atau seorang yang sering mengadakan perjalanankeseluruh dunia yang mempunyaim kebudayaan atau kebiasaan melepas stress dengan bermain seks. Kasus ini ditemukan di kota AS pada orang kulit hitam asal Afrika.

Budaya liberalisme yang diterapkan Amerika di salah gunakan persepsinya oleh sebagian pemuda-pemuda asal Afrika yang mempunyai gaya hidup bebas, terutama dalam mengkonsumsi narkoba dengan alasan menghilangkan beban stres lewat jarum suntik dengan bergantian. Dengan inilah virus HIV dapat dengan cepat menyebar di kalangan pemuda-pemuda di Amerika.

C.KEHIDUPAN INDIAN AFRIKA

Indian Afrika adalah suku Indian asal Afrika dan menetap di Afrika, yang biasa disebut orang kulit hitam afrika. Sistem keluarga sering terbentuk dari keluarga tunggal. Maksudnya terdapat banyak keluarga yang berasal dari satu keluarga. Budaya ini berdampak negatif pada keturunannya termasuk penyakit keturunan yang tidak bisa hilang pada generasi berikutnya. Tradisi dan ketaatan agam yang kuat di dalam komunitas cenderung menggunakan obat-obatan tradisional.

Penyakit itu dipandang sebagai ketidakharmonisan antara manusia dan alam, kepercayaan mereka yang lain bahwa penyakit itu berasal dari kutukan atau sering dikaitkan dengan iblis dan roh jahat. Ada cara-cara tertentu yang digunakan sebagai perlindungan terhadap roh-roh jaht ini.
Keyakinan ini berfokus pada menghindari orang atau benda-benda tertentu yang membawa roh jahat.atau dengan memakai gelang perak bagi balita agar terhindar dari penyakit panas yang menimbulkan kejang-kejang

D.KEHIDUPAN INDIAN AMERIKA

Orang Amerika asli adalah American Indian ( orang Indian ). Mereka terdiri dari berbagai macam suku. Orang kulit putih adalah orang Eropa yang pad abad ke-15, 16, 17, 18 bermigrasi ke Amerika yang disebut ‘dunia baru’ terutama sejak Christoper Columbus menemukan Amerika tahun 1492.

Dimana orang Indian sekarang ? Mereka sekarang tinggal di tempat reservation ( atu tempat penangkaran ). Banyak yang dibunuh pada masa perang dan sisanya ditempatkan di penangkaran seperti sekarang. Mereka umumnya hidup dari berburu, memancing, dan bertani. Suku-suku yang terkenal diantaranya adlah Cheyenne, Comanche don Sioux yang hidup di daerah Barat Daya. Mereka mempunyai sistem kepercayaan yang sama.

Dalam suku Indian , wanita berperan penting dalam kehidupan suku, Mereka membuat makanan, membuat pakaian, dan membesarkan anak. Pada suku Indian Hopi di Barat Daya, pemilik rumah dan pengurus desa adalah wanita.

Pandangan tentang kesehatan oleh suku Indian Amerika adalah bahwa tubuh manusia mempunya du sistem yang berlawanan dan menjadikannya jeseimbangan yaitu bagian positif dan negatif. Yang dimaksud dengan hal ini adalah manusia mempunyai energy positif dan energy negatif. Apa bila tidak ada keseimbangan di antara keduanya akan mengakibatkan kondisi tubuh bahkan kejiwaan seseorang terganggu, dalam hal ini seseorang akan dinyatakan sakit. Menurut persepsi/pandangan suku Hopi, penyakit disebabkan oleh roh jahat yang ingin bereinkarnasi kepada korbannya.
Untuk menghindarinya, mereka membuat penangkal roh jahat dengan melaksanakan upacara-upacara sacral adat, seperti upacara penyucian.

Suku Indian menganggap hidup seperti layaknya berbagai ajaran agama yang ada. Hidup dipandang sebagai realita yang saling berkaitan antara hal-hal yang bersifat natural dan supranatural. Artinya dalam hidup hendaknya megamalkan sikap tepa selira, saling menghargai dan saling membantu antar sesama. Juga menganggap adanya kepercayaan lain di luar kemampuan dirinya yang mempengaruhi dalam kehidupannya. Itulah wujud kepercayaan tergadap wujud ‘halus’ atau roh-roh nenek moyang.

E. BUDAYA ORANG AMERIKA ASAL HISPANIK

Untuk meneliti hubungan antara kategori penyakit dengan pemahaman budaya tentang tubuh dan untuk menginterprestasi peranan dari kategori penyakit dalam mediasi individu dengan lingkungan sosialnya. Tulisan ini akan berbicara tentang bagaimana memberi nama pada sebuah penyakit, siapa yang mendeterminasi kategori apa yang digunakan dan implikasi dari determinasi tersebut. Secara spesifik tulisan ini mencoba untuk meneliti berbagai pengalaman nervious diantara masyarakat Puerto Rico di Puerto Rico dan di kota New York.

Nervious lebih dari sekedar diffuse idiom stress dimana terdapat perbedaan kategori dan pengalaman nervious yang memberikan pengetahuan tentang bagaimana stress dialami dan diekspresikan oleh masyarakt Puerto Rico. Perlu untuk diketahui bahwa nervious tidak hanya terjadi pada masyarakat Puerto Rico saja melainkan terjadi hampir pada semua
kebudayaan Amerika.

Terkait dengan kategori penyakit, Good (1977:39-40) mengatakan bahwa kategori penyakit dapat dipahami sebagai imej yang memberikan pengetahuan terutama tentang pengalaman stress. Kategori penyakit juga dapat dipahami sebagai simbol inti dalam jaringan semantic, jaringan kata, situasi, symptom dan perasaan yang terasosiasikan dengan penyakit serta
memberikan pengertian pada para penderitanya.

Harwood juga memberikan skema lain untuk mendiagnosis penyakit jiwa dalam ‘bingkai’ espiritismo, sebuah bentuk penyembuhan dan praktek yang religi diantara masyarakat Puerto Rico. Dalam penelitiannya tentang espiritismo di USA, Harwood menemukan bahwa espiritismo yang ada di USA dibawa berdasarkan sponsor dari pusat penyembuhan masyarakat agar pusat penyembuhan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan komunitas
masyarakat latin.

Kategori Etiologikal Pada Diagnosis Roh/Spirit Kategori Etiologikal Roh/Spirit

1.Envidia (envy) roh jahat yang bereinkarnasi mempunyai hubungan yang dekat dengan korban
2. Brujeria (sorcery) roh dikirim untukmenyakiti korban, merupakan kerjasama antara musuh dengan dukun.
3.Mala Influencia roh jahat dari tingkat rendah seolah-olah memberikan (evil anfluence) ‘pencerahan’ atau jalan keluar atas suatu masalah
4.Facultades roh dari berbagai tingkatan memasuki tubuh korban dan (faculities) mulai mengontrol tubuh korban
5.Prueba roh pelindung yang menguji korban (tes or trial) mengembangkan perlindungan diri sendiri
6.Cadena roh dari keluarga atau saudara dari masa lalu yang telah (chain) melakukan suatu kesalahan atau kejahatan
7.Castigo roh yang tidak mempunyai tujuan diperbolehkan tinggal (punishment) dalam tubuh korban yang menolak berhubungan dengan pelindung spiritualnya

F. ORANG AMERIKA EROPA

Orang Amerika-Eropa adalah orang Amerika kulit putih yang asal-usulnya dari Eropa yang pad abad ke-15, 16, 17, 18 bermigrasi ke Amerika yang disebut ‘dunia baru’ terutama sejak Christoper Columbus menemukan Amerika tahun 1492.

Salah satu budaya Amerika Kulit putih yaitu mengkonsumsi alkohol. Hal ini mereka lakukan karena iklim yang tidak menentu dan terutama pada musim dingin. Tetapi dalam kenyataannya mereka mengkonsumsi alkohol bukan hanya untuk meningkatkan suhu tubuh dan stamina, melainkan digunakan untuk menghilangkan beban stress, yaitu dengan mengkonsumsinya secara berlebihan. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan.

Pada kasus seks bebas lainnya Orang Amerika kulit putihlah yang paling banyak mendapat sorotan tentang permasalahan ini. Terutama dalam Hollywood berarti cikal bakal seks dan kekerasan di AS. Kondisi yang memprihatinkan ini tidak saja membahayakan bangsa Amerika sendiri, namun juga membahayakan masyarakat dunia mengingat besarnya penyebaran film-film produksi AS di seluruh dunia. Terutama efek dari penyebaran budaya hedonisme dan gaya hidup bebas.

Hedonisme tidak hanya sebuh gaya hidup yang serba bebas, melainkan sebagai pemikiran dan kepercayaan yang tentunya berakhir pada kehancuran nilai-nilai agama. Apa yang kini dianggap modern belum tentu berubah baik bagi kehidupan manusia.Hedonisme selalu berakibat buruk bagi kehidupan manusia. Aspek aqidah, prilaku, sistem sosial, budaya dan kesehatan akan menjadi hancur dan kacau akibat dari gaya hidup ini.

G. BUDAYA INDONESIA TENTANG KESEHATAN

Sudah satu tahun lebih Gerakan Nasional Minum Temulawak (GNMT) dicanangkan oleh wakil presiden R.I. sesudah Temulawak dinyatakan sebagai tanaman obat unggulan nasional. Di antara tumbuhan obat Indonesia temulawak memang yang paling banyak dimanfaatkan sebagai obat tradisional, ada sekitar 50 jenis jamu mengandung temulawak baik untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit.

Temulawak sudah dikenal sejak permulaan abad XVI dan popularitasnya terus meningkat seiring dengan manfaat serta hasil penelitian khasiatnya. Di Eropa temulawak sudah dikenal sejak akhir abad XVI dan saat ini menjadi salah satu bahan dasar untuk fitoterapi di beberapa negara Eropa. Sejak 40 tahun terakhir ini, berbagai penelitian telah mengungkapkan rahasia khasiat temulawak ini. Hasil penelitian tersebut umumnya mendukung kearifan nenek moyang kita dalam penggunaan temulawak ini, khususnya sebagai obat penyakit kuning (penyakit hati) dan pegel linu.

Dari hasil penelitian dalam dunia kedokteran modern, diketahui bahwa khasiat temulawak terutama disebabkan oleh dua kelompok kandungan kimia utamanya, yaitu senyawa berwarna kuning golongn kurkuminoid dan minyak atsiri.

Kurkuminoid temulawak ini terdiri atas dua jenis senyawa yaitu kurkumin dan desmetoksikurkumin yang berkhasiat menetralkan racun, menghilangkan rasa nyeri sendi, meningkatkan sekresi empedu, menurunkan kadar kolesterol dan trigliserida darah, antibakteri, serta dapat mencegah terjadinya pelemakan dalam sel-sel hati dan sebagai antioksidan pengangkal senyawa-senyawa radikal yang berbahaya. Tahun 2006 dibuktikan bahwa kurkuminoid secara klinis berkhasiat mencegah penyakit jantung koroner dan meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah penggumpalan darah. Minyak atsiri temulawak terdiri atas 32 komponen yang secara umum bersifat meningkatkan produksi getah empedu dan mampu menekan pembengkakan jaringan.

Kajian berikutnya menunjukkan bahwa paduan antara zat warna kuning temulawak (kurkuminoid) dan minyak atsiri mempunyai kemampuan mempercepat regenerasi sel-sel hati yang mengalami kerusakan akibat pengaruh racun kimia. Pada saat ini sejalan dengan perkembangan ilmu kimia, orang dengan mudah memisahkan kurkuminoid dan minyak atsiri, dan kemudian mencampurkannya kembali (rekombinasi) dengan perbandingan yang sesuai dengan dosis yang dikehendaki dibuat sediaan bentuk kapsul atau kaplet yang praktis penggunaannya.

Xanthorrizol salah satu komponen minyak atsiri pada percobaan invitro berkhasiat mengobati kanker payudara, paru-paru dan ovarium dan sebagai anti bakteri, pencegah rusaknya email gigi (mencegah plak).minyak atsiri baik untuk penyakit hati, sebagai minuman kesehatan temulawak (komponen-komponen kimianya) dapat dicampur dengan madu, hingga diperoleh minuman madu temulawak yang menyehatkan, kemudian dikembangkan menjadi fitofarmaka.Hal ini telah menjadi budaya masyarakat jawa dan turun-temurun terutama untuk menambah nafsu makan pada balita..

Memperhatikan potensi khasiat senyawa-senyawa yang terdapat pada Untuk pencegahan serta pengobatan penyakit, rekombinasi kurkuminoid temulawak dan hasil-hasil penelitian manfaatnya, temulawak banyak dikembangkan dan diproduksi baik oleh industri jamu dan pabrik farmasi. untuk meningkatkan kesehatan dan pencegahan serta pengobatan penyakit). Untuk meningkatkan kesehatan, misalnya temulawak dapat dipakai sebagai tonikum dan penambah nafsu makn

Istilah sehat mengandung banyak muatan cultural, sosial dan pengertian professional yang beragam. Dulu dari sudut pandang kedokteran. Sehat sangat erat kaitannya denagan kesakitan dan penyakit.dalam kenyataannya tidaklah sesederhana itu, sehat haruds dilihat dari berbagai aspek. Definisi WHO (1981) : Health is a state of complete physical, mental and social well being and not nurely yhe absence of decease or infirmity. WHO mendefenisikan pengertian sehat sebagai suatu keadaan sepurna baik jasmani, rohani, maupun kesejahteraan sosial seseorang.

Dalam konsep sehat sakit penyebab sakit :
Naturalistik yaitu seseorang menderita sakit akibat pengaruh lngkungan, makanan (salah makan), Kebiasaan hidup, ketidak seimbangan dalm tubuh, termasuk kepercayaan psanas dingin seperti masuk angin dan penyakit bawaan.
Konsep sehat sakit yang dianut pengobatan tradisional (Battra) sama dengan yang dianut masyarakat setempat, yakni suatu keadaan yang berhubungan dengan badan, atau kondisi tubuh kelain-lainan serta gejala yang dirasakan. Sehat bagi seseorang berarti suatu keadaan yang normal, wajar nyaman, dan dapat melakukan aktifitas sehari-hari dengan gairah. Sedagkan sakit dianggap sebagai suatu keadaan badan yang kurang menyenangkan, bahkan dirasakan sebagai suatu siksaan sehingga menyebabkan seseorang tidak dapat melakukan aktifitas segari-hari halnya orang yang sehat.

Personalistik yaitu menganggap munculnya penyakit (illness) disebabkan oleh intervensi syaty agen aktif yang dapat berupa makhluk bukan manusia (hantu, roh, leluhur, atu roh jahat) atau makhluk manusia (tukang sihir, tukang tenung).

Menelusuri nilai budaya, misalnya mengenai pengenalan penyakit kusta dan cara perawatannya. Kusta te3lah dikenal oleh etnik makasar sejak lama. Adanya istilah kaddala sikuyu (kusta kepiting) dan kaddala massaloni (kusta yang lumer), merupakan ungkapan yang mendukung bahwa kusta secara endemik telah berada dalam waktu yang lama di tengah-tengah masyarakat tersebut.

Hasil penelitian kualitatif dan kuantitatif atas nilai-budaya di kabupaten Soppeng dalam kaitannya dengan penyakit kusta, (Kaddala, Bgs.) di masyarakat bugis menunjukkan bahwa timbul dan diamalkannya leprophobia secara ketat , kerena menurut salah seorang tokoh budaya dalam nasehat perkawinan orang-orang tua disana kata kaddala ikut di dalamnya. Disebutkan bahwa terjadi pelanggaran melakukan hubungan intim suami istri saat isti sedang haid, mereka kedua mempelai akan terkutuk dan menderita kusta/kaddala.

Ide yang bertujuan agar terciptanya moral yang agung dalam keluarga baru, berkembang menurut proses komunikasi dalam masyarakat dan menjadi konsep penderita kusta sebagai penanggung dosa. Pengertian penderita sebagai penanggung dosa dari ibu bapak merupakan awal akibat dari leprophobia. Rasa rendah diri penderita dimulai dari rasa rendah diri kelearga yang merasa tercemar bila salah satu anggota keluargamya menderita kusta.

Persepsi Masyarakat

Persepsi masyarakat mengenai terjadinya penyakit berbeda antara daerah yang satu dengan daerah yang lain, karena tergantung dari kebudayan yang ada dan berkembang dalam masyarakat tersebut. Berikut ini contoh persepsi masyarakat tentang penyakit malaria, yang saat ini masih ada di bebrapa daerah pedesaan di Papua ( Irian Jaya ).

Makanan pokok penduduk Papua adalah sagu yang tumbuh di daerah rawa-rawa. Selain rawa-rawa tidak jauh dari mereka tinggal terdapat hutan lebat. Penduduk desa tersebut beranggapan bahwa hutan tersebut memiliki penguasa gaib yang dapat menghukum setiap orang yang yang melanggar ketentuanya. Pelanggaran dapat berupa penebangan, pembabatan hutan untuk tanah pertanian dan lain-lain akan diganjar hukuman berupa penyakit dengan gejala panas tinggi, menggigil, dan muntah.

Penyakit tersebut dapat sembuh dengan cara minta ampun kepada penguasa hutan, kemudian memetik daun dari pohon tertentu, dibuat ramuan untuk diminum dan dioleskan keseluruh tubuh penderita, dalam bebrapa hari penderita akan sembuh. Persepsi masyarakat mengenai penyakit diperoleh dan ditentukan dari penuturan sederhana dan mudah secara turun-temurun.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang telah membaca artikel ini, dan saya sebagai penulis hanya ingin meminta do’anya agar saya diberi kelancaran dalam meniti hidup ini.

contact person in 085696970702

Shidiq Widiyanto
NIM : P0032008139

MODEL KEPERAWATAN MENURUT HILDEGARD PEPLAU

April 3, 2009

KATA PENGANTAR

Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena dengan limpahan rahmatNya kami sebagai penulis sangat bahaagia sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan. Serta tidak lupa pula ucapan terimakasih kami ucapakan kepada pihak-pihak yang telah membantu kami demi lancarnya penulisan makalah kami.

Sebagai penulis kami sadar bahwa dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan, untuk itu kami mengharapkan kepada pemirsa yang telah membaca makalah kami ini kiranya dapat memberikan sumbangsihnya berupa kritik dan sarannya demi makalah kami yang terbaik.
Wasallam

Kendari, Desember 2008

Penulis

BAB II
PEMBAHASAN

MODEL KEPERAWATAN MENURUT HILDEGARD PEPLAU

Teori Peplau

Model konsep dan teori keperawatan yang dijelaskan oleh Peplau menjelaskan tentang kemampuan dalam memahami diri sendiri dan orang lain yang menggunakan dasar hubungan antar manusia yang mencakup 4 komponen sentral yaitu klien, perawat, masalah kecemasan yang terjadi akibat sakit (sumber kesulitan), dan proses interpersonal.
Klien.

Sistem dari yang berkembang terdiri dari karakteristik biokimia, fisiologis, interpersonal dan kebutuhan serta selalu berupaya memenuhi kebutuhannya dan mengintegrasikan belajar pengalaman. Klien adalah subjek yang langsung dipengaruhi. .Oleh adanya proses interpersonal.

Perawat

Perawat berperan mengatur tujuan dan proses interaksi interpersonal dengan pasien yang bersifat partisipatif, sedangkan pasien mengendalikan isi yang menjadi tujuan. Hal ini berarti dalam hubungannya dengan pasien, perawat berperan sebagai mitra kerja, pendidik, narasumber, pengasuh pengganti, pemimpin dan konselor sesuai dengan fase proses interpersonal.

Pendidikan atau pematangan tujuan yang dimaksud untuk meningkatkan gerakan yang progresif dan kepribadian seseorang dalam berkreasi, membangun, menghasilkan pribadi dan cara hidup bermasyarakat.

Perawat mempunyai 6 peran sebagai berikut :
1.Mitra kerja, berbagi rasa hormat dan minat yang positif pada pasien. Perawat menghadapi klien seperti tamu yang dikenalkan pada situasi baru. Sebagai mitra kerja, Hubungan P-K merupakan hubungan yang memerlukan kerha sama yang harmonis atas dasar kemitraan sehingga perlu dibina rasa saling percaya, saling mengasihi dan menghargai.
2.Nara sumber (resources person) memberikan jawaban yang spesifik terhadap pertanyaan tentang masalah yang lebih luas dan selanjutnya mengarah pada area permasalahan yang memerlukan bantuan. perawat mampu memberikan informasi yang akurat, jelas dan rasional kepada klien dalam suasana bersahabat dan akrab.
3. Pendidik (teacher) merupakan kombinasi dari semua peran yang lain. Perawat harus berupaya memberikan pendidikan, pelatihan, dan bimbingan pada klien/keluarga terutama dalam megatasi masalah kesehatan.
4.Kepemimpinan (leadership) mengembangkan hubungan yang demokratis sehingga merangsang individu untuk berperan. Perawat harus mampu memimpin klien/keluarga untuk memecahkan masalah kesehatan melalui proses kerja sama dan partisipasi aktif klien.
5.Perngasuh pengganti (surrogate) membantu individu belajar tentang keunikan tiap manusia sehingga dapat mengatasi konflik interpersonal. Perawat merupakan individu yang dipercaya klien untuk berperan sebagai orang tua, tokoh masyarakat atau rohaniawan guna membantu memenuhi kebutuhannya.
6.Konselor (consellor) meninhgkatkan pengalaman individu menuju keadaan sehat yaitu kehidupan yang kreatif, konstruktif dan produktif. Perawat harus dapat memberikan bimbingan terhadap masalah klien sehingga pemecahan masalah akan mudah dilakukan.

Sumber kesulitan

Ansietas berat yang disebabkan oleh kesulitan mengintegrasikan pengalaman interpersonal yang lalu dengan yang sekarang ansietas terjadi apabila komunikasi dengan orang lain mengancam keamanan psikologi dan biologi individu. Dalam model peplau ansietas merupakan konsep yang berperan penting karena berkaitan langsung dengan kondisi sakit. Dalam keadaan sakit biasanya tingkat ansietas meningkat. Oleh karena itu perawat pada saat ini harus mengkaji tingkat ansietas klien. Berkurangnya ansietas menunjukkan bahwa kondisi klien semakin membaik.

Proses Interpersonal

Dalam ilmu komunikasi, proses interpersonal didefinisikan sebagai proses interaksi secara simultan dengan orang lain dan saling pengaruh-mempengaruhi satu dengan lainnya, biasanya dengan tujuan untuk membina suatu hubungan. Berkaitan dengan hal tersebut, maka proses interpersonal yang dimaksud antara perawat dan klien ini menggambarkan metode transpormasi energi atau ansietas klien oleh perawat yang terdiri dari 4 fase yaitu :
1.Fase orientasi
Lebih difokuskan untuk membantu pasien menyadari ketersediaan bantuan dan rasa percaya terhadap kemampuan perawat untuk berperan serta secara efektif dalam pemberian askep pada klien. Tahap ini ditandai dimana perawat melakukan kontrak awal untuk membangun kepercayaan dan terjadi pengumpulan data.

2. Fase identifikasi
Terjadi ketika perawat memfasilitasi ekspresi perilaku pasien dan memberikan asuhan keperawatan yang tanpa penolakan diri perawat memungkinkan pengalaman menderita sakit sebagai suatu kesempatan untuk mengorientasi kembali perasaan dan menguatkan bagian yang positif dan kepribadian pasien. Respon pasien pada fase identifikasi dapat berupa :

1.Pasrtisipan mandiri dalam hubungannya dengan perawat.
2. Individu mandiri terpisah dari perawat.
3. Individu yang tak berdaya dan sangat tergantung pada perawat.

3. Fase eksplorasi
Memungkinkan suatu situasi dimana pasien dapat merasakan nilai hubungan sesuai pandangan/persepsinya terhadap situasi. Fase ini merupakan inti hubungan dalam proses interpersonal. Dalam fase ini perawat membantu klien dalam memberikan gambaran kondisi klien dan seluruh aspek yang terlibat didalamnya.

4. Fase resolusi
Secara bertahap pasien melepaskan diri dari perawat. Resolusi ini memungkinkan penguatan kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dan menyalurkan energi kea rah realisasi potensi.

Keempat fase tersebut merupakan rangkaian proses pengembangan dimana perawat membimbing pasien dari rasa ketergantungan yang tinggi menjadi interaksi yang saling tergantung dalam lingkungan sosial. Artinya seorang perawat berusaha mendorong kemandirian pasien.

Pemaparan ini menunjukkan bahwa teori Hildegard E. Peplau(1952) berfokus pada individu, perawat dan proses interaktif yang menghasilkan hubungan antara perawat dan klien. Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan perasaan, dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik. Artinya suatu hasil proses kerja sama manusia dengan manusia lainnya supaya menjadi sehat atau tetap sehat (hubungan antar manusia). Tujuan keperawatan adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan untuk membantu klien mencapai kematangan perkembangan kepribadian. Oleh sebab itu, perawat berupaya mengembangkan hubungan perawat dan klien melalui peran yang diembannya (nara sumber, konselor, dan wali).

Adapun kerangka kerja praktik dari teori Peplau memaparkan bahwa keperawatan adalah proses yang penting, terapeutik, dan interpersonal. Keperawatan berpartisipasi dalam menyusun struktur system asuhan kesehatan untuk menfasilitasi kondisi yang alami dari kecenderungan manusia untuk mengembangkan hubungan interpersonal.

Implementasi Teori Peplau

Pada awalnya, Peplau mengembangkan teorinya sebagai bentuk keprihatinannya terhadap praktik keperawatan “Custodial Care”, sehingga sebagai perawat jiwa, melalui tulisannya ia kemudian mempublikasikan teorinya mengenai hubungan interpersonal dalam keperawatan. Dimana dalam memberikan asuhan keperawatan ditekankan pada perawatan yang bersifat terapeutik.

Aplikasi yang dapat kita lihat secara nyata yaitu pada saat klien mencari bantuan, pertama perawat mendiskusikan masalah dan menjelaskan jenis pelayanan yang tersedia. Dengan berkembangnya hubungan antara perawat dan klien bersama-sama mendefinisikan masalah dan kemungkinan penyelesaian masalahnya. Dari hubungan ini klien mendapatkan keuntungan dengan memanfaatkan pelayanan yang tersedia untuk memenuhi kebutuhannya dan perawat membantu klien dalam hal menurunkan kecemasan yang berhubungan dengan masalah kesehatannya.

Teori peplau merupakan teori yang unik dimana hubungan kolaborasi perawat klien membentuk suatu “kekuatan mendewasakan” melalui hubugan interpersonal yang efektif dalam membantu pemenuhan kebutuhan klien. Ketika kebutuhan dasar telah diatasi, kebutuhan yang baru mungkin muncul. Hubungan interpesonal perawat klien digambarkan sebagai fase-fase yang saling tumpang tindih seperti berikut ini orientasi, identifikasi, penjelasan dan resolusi.

Teori dan gagasan Peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik keperawatan jiwa. Penelitian keperawatan tentang kecemasan, empati, instrument perilaku, dan instrument untuk mengevaluasi respon verbal dihasilkan dari model konseptual Peplau.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan

Teori Hildegard Peplau (1952) berfokus pada individu, perawat, dan proses interaktif (Peplau, 1952) yang menghasilkan hubungan antara perawat dan klien (Torres, 1986). Berdasarkan teori ini klien adalah individu dengan kebutuhan perasaan, dan keperawatan adalah proses interpersonal dan terapeutik. Tujun keperawatan adalah untuk mendidik klien dan keluarga dan unutuk membantu klien mencapai kemantapan pengembangan kepribadian (Chinn dan Jacobs, 1995). Teori dan gagasan Peplau dikembangkan untuk memberikan bentuk praktik keperawatan jiwa. Oleh sebab itu perawat berupaya mengembangkan hubungan antara perawat dank lien dimana perawat bertugas sebagai nara sumber, konselor, dan wali.

3.2 Saran

Seperti yang kita ketahui bahwa manusia dipandang sebagai sistem holistik yang terdiri dari bio-psiko-sosial-spiritual. Pada teori Peplau ini mempunyai kelemahan yaitu lebih menitikberatkan pada keperawatan jiwa, hal ini dapat dibuktikan pada gagasan Peplau yang dikembangkan pada pemantapan pengembangan kepribadian.

DAFTAR PUSTAKA

Hidayat. (2004). Pengantar Konsep dasar Keperawatan. Salemba Medika. Jakarta

Potter & Perry. (2005). Buku ajar Fundamental keperawatan. Volume 1. EGC. Jakarta.

Sills. (2007). Hildegard Peplau 1909-1999

Elhy. Wednesday, April 16, 2008. Teori Peplau.

http://semangateli.blogspot.com%2F2008%F04&2Fteori-peplau.html

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang telah membaca artikel ini, dan saya sebagai penulis hanya ingin meminta do’anya agar saya diberi kelancaran dalam meniti hidup ini.

contact person in 085696970702

Shidiq Widiyanto
NIM : P0032008139

KONSEP CAIRAN DAN ELEKTROLIT

April 3, 2009

KONSEP CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Total Body Water (TBW)
Total Body Water (TBW) adalah presentase dari berat air dibandingkan dengan berat badan total. bervariasi menurut jenis kelamin, umur dan kandungan lemak dalam tubuh.
Bayi (baru lahir) 70-80%
Dewasa 60%
Pria (20-40 tahun) 60%
Wanita (20-40 tahun) 50%
Usia lanjut (60 + tahun) 45-50%

Fungsi Cairan
Di dalam tubuh, cairan berfungsi sebagai pengatur temperatur tubuh, sebagai transpor nutrien ke sel, transpor hasil sisa metabolisme, transpor hormon, pelumas antar organ, dan mempertahankan tekanan hidrostatik dalam sisitem kardiovaskuler.

Keseimbangan Cairan
Kebutuhan per hari 1800 – 2500 ml, ditentukan oleh intake dan output. Intake : minuman 1200 ml, makanan 1000 ml. Output : ginjal (1200 – 1500 ml/hari), feses (100 ml/hari), paru paru (300 – 500 ml/hari), kulit (600 – 800 ml/hari).

Faktor Yang mempengaruhi Keseimbangan Cairan
a.Stres diakibatkan oleh adanya peningkatan metabolisme sel, konsentrasi darah meningkat, glikoolisis otot meningkat, mengakibatkan terjadi retensi sodium dan air sehingga produksi urine menurun.
b.Sakit seperti pasca operasi, trauma jaringan, kelainan jantung, gunjal dan hormon.
c.Usia berkairtan dengan luas permukaan tubuh, metaboluiisme yang diperlukan, serta berat badan.
d.Suhu Lingkungan panas berlebihan mengakibatkan tubuh berkeringat.
e.Diet kekurangan nutrisi mengakiobatkan perpindahan cairan dari intertisial ke entraseluler.

Elektrolit Tubuh
Zat terlarut dalam tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Elektrolit merupakan unsur atau senyawa yang jika berada dalam larutan menghasilkan partikel-partikel yang bermuatan listrik (ion). Sedangkan nonelektrolit adalah zat terlarut yang tidak bermuatan listik (protein, urea, glukosa, O2, CO2, dll). Elektrolit yang bermuatan positif disebut Kaion yang terdiri dari Na, K, Ca, dan Mg. yang bermuatan negatif disebut Anion yang terdiri dari Cl, HCO3, HPO4, dan SO4. Konsentrasi setiap elektrolit di dalam cairan intrsel dan ekstrasel harus berbeda pada bagian yang tepatdan dalam jumlah yang tepat.

Pengaturan Elektrolit
1.Natrium (sodium) adalah kation paling banyak pada cairan ekstrasel, mempengaruhi keseimbangan air,m hantaran impuls saraf dan konsentrasi otot. Diatur oleh intake garam, aldosteron, pengeluaran urine. Normalnya sekitar 135 – 148 mEg/ltr.
2.kalium (potasium) dalah kation utama pada intrasel. Berfungsi dalam aktifitas neoromuskuler dan konsentrasi otot, idperlukan dalam sintesis glikogen dan protein, pengaturan keseimbangan asam basa. Normalnya sekitar 3,5 – 5,5 mEg/ltr.
3.Kalsium berguna untuk integritas kulit dan stuktur sel, konduksi jantung, pembekuan darah serta pembentukan tulang dan gigi. Diatur oleh kelenjar tiroid dan paratiroid. hormon tiroid mengabsorbsi kalsium melalui gastrointestinal, sekresi di ginjal.
4.Magnesium Kation terbanyak kedua di intrasel dan sangat penting untuk aktivitas enzim, aktivitas saraf dan otot. Nilai normalnya 1,5 – 2,5 mEg/ltr.
5.Klorida Terdapat pada cairan ekstrasel dan intrasel, normalnya 95 – 105 mEg/ltr.
6.Bikarbonat (HCO3) adalah buffer kimia utama dalam tubuh, terdapat pada cairan ekstrasel dan intrasel, diatur oleh ginjal.
7.Fosfat merupakan anion buffer dlam cairan ekstrasel dan intrasel, berfungsi untuk meningkatkan aktifitas neuromuskuler, metabolisme karbohidrat dan pengaturan asam basa.

Pengaturan Cairan dan Elektrolit
Cairan dan elektrolit berpindah dari satu kompartemen ke kompartemen lain un\tuk memfasilitasi proses yang terjadi di dalm tubuh, berpindah secara defusi, osmosis, filtrasi dan transpor aktif. Pembatas utama dari perpindahan zat terlarut dalam tubuh adalah membran sel.

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

April 3, 2009

MEMANDIKAN PASIEN DI TEMPAT TIDUR

A.Pengertian
Tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikan di tempat tidur.

B.Tujuan
1.Menjaga kebersihan tubuh,
2.Mengurangi infeksi akibat kulit kotor,
3.Memperlancar sistem peredaran darah
4.Menambah kenyamanan pasien.

C.Alat dan bahan
1.Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat
2.Pakaian pengganti
3.Kain penutup
4.Handuk besar
5.Handuk kecil untuk mengeringkan badan
6.Sarung tangan pengusap/waslap
7.Tempat untuk pakain kotor
8.Sampiran
9.Sabun.

D.Prosedur kerja
1.Jelaskan prosedur pada pasien
2.Cuci tangan
3.Atur posis pasien
4.Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan handuk di bawah kepala, kemdian bersihkan muka, telinga, dan leher degan sarung tangan pengusap. Keringkan dengan handuk.
5.Kain penutup diturukan, kedua tangan pasien diangkat dan pindahkan handuk di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kdua tangan ke posisi awal diats handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Keringkan dengan handuk.
6.Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di sisi pasien, bersihkan daerah dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk
7.Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai glutea dan basahi punggung h inga glutea, lalu keringkan degan handuk. Selanjutnya miringkan pasien ke kanan dan laukan hal yang sama. Kemudian kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
8.Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh didahulukan dan keringkan dengan handuk..
9.Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia. Setelah selesai, pasang kembali pakaian dengan rapi.
10.Cuci tangan.

(Sumber; Azis Alimul Hidayat, S.Kp; Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia)

Pendahuluan
Kulit merupakan organ tubuh paling luar. Luas kulit orang dewasa 1,5 m2 dengan berat 15% berat badan. Kulit yang elastic dan longgar terdapat pada palpebra, bibir dan preputium, ulit yang tebal dan tegang terdapat di telapak kaki dan telapak tangan dewasa. Kulit yang tipis terdapat pada muka, kulit yang lembut terdapat pada leher dan badan, dan kulit yang berambut kasar terdapat pada kepala.

Sunday, May 11, 2008
ANATOMI FISIOLOGI KULIT DAN PENYEMBUHAN LUKA
ANATOMI KULIT

Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 – 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 – 1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.
Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat.

EPIDERMIS

Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai tempat di tubuh, paling tebal pada telapak tangan dan kaki. Ketebalan epidermis hanya sekitar 5 % dari seluruh ketebalan kulit. Terjadi regenerasi setiap 4-6 minggu.
Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) :
1.Stratum Korneum. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti.
2.Stratum Lusidum Berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak tampak pada kulit tipis.
3.Stratum GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin. Terdapat sel Langerhans.
4.Stratum Spinosum. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans.
5.Stratum Basale (Stratum Germinativum). Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit.
Fungsi Epidermis : Proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans).

DERMIS
Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”. Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm.
Dermis terdiri dari dua lapisan :
Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang.
Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat.

Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput.
Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis.

Fungsi Dermis : struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi
SUBKUTIS
Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi.
Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber.

VASKULARISASI KULIT
Arteri yang memberi nutrisi pada kulit membentuk pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini memperdarahi papilla dermis, tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu cabang vena. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah tapi mendapat nutrient dari dermis melalui membran epidermis

FISIOLOGI KULIT
Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh diantaranya adalah memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, sebagai barier infeksi, mengontrol suhu tubuh (termoregulasi), sensasi, eskresi dan metabolisme.
Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dari elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari invasi mikroorganisme patogen. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi kulit dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti pada daerah bibir, puting dan ujung jari. Kulit berperan pada pengaturan suhu dan keseimbangan cairan elektrolit. Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus. Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan mukosa bukal. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah, kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Pada temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian akan mempertahankan panas.

KLASIFIKASI LUKA
Luka dapat terjadi pada trauma, pembedahan, neuropatik, vaskuler, penekanan dan keganasan
Luka diklasifikasikan dalam 2 bagian :
1.Luka akut : merupakan luka trauma yang biasanya segera mendapat penanganan dan biasanya dapat sembuh dengan baik bila tidak terjadi komplikasi. Kriteria luka akut adalah luka baru, mendadak dan penyembuhannya sesuai dengan waktu yang diperkirakan Contoh : Luka sayat, luka bakar, luka tusuk, crush injury. Luka operasi dapat dianggap sebagai luka akut yang dibuat oleh ahli bedah. Contoh : luka jahit, skin grafting.
2.Luka kronik : luka yang berlangsung lama atau sering timbul kembali (rekuren) dimana terjadi gangguan pada proses penyembuhan yang biasanya disebabkan oleh masalah multifaktor dari penderita. Pada luka kronik luka gagal sembuh pada waktu yang diperkirakan, tidak berespon baik terhadap terapi dan punya tendensi untuk timbul kembali. Contoh : Ulkus dekubitus, ulkus diabetik, ulkus venous, luka bakar dll.

PENYEMBUHAN LUKA
Penyembuhan luka adalah suatu bentuk proses usaha untuk memperbaiki kerusakan yang terjadi. Komponen utama dalam proses penyembuhan luka adalah kolagen disamping sel epitel. Fibroblas adalah sel yang bertanggung jawab untuk sintesis kolagen. Fisiologi penyembuhan luka secara alami akan mengalami fase-fase seperti dibawah ini :

A. Fase inflamasi
Fase ini dimulai sejak terjadinya luka sampai hari kelima. Segera setelah terjadinya luka, pembuluh darah yang putus mengalami konstriksi dan retraksi disertai reaksi hemostasis karena agregasi trombosit yang bersama jala fibrin membekukan darah. Komponen hemostasis ini akan melepaskan dan mengaktifkan sitokin yang meliputi Epidermal Growth Factor (EGF), Insulin-like Growth Factor (IGF), Plateled-derived Growth Factor (PDGF) dan Transforming Growth Factor beta (TGF-β) yang berperan untuk terjadinya kemotaksis netrofil, makrofag, mast sel, sel endotelial dan fibroblas. Keadaan ini disebut fase inflamasi. Pada fase ini kemudian terjadi vasodilatasi dan akumulasi lekosit Polymorphonuclear (PMN). Agregat trombosit akan mengeluarkan mediator inflamasi Transforming Growth Factor beta 1 (TGF 1) yang juga dikeluarkan oleh makrofag. Adanya TGF 1 akan mengaktivasi fibroblas untuk mensintesis kolagen.

B. Fase proliferasi atau fibroplasi
Fase ini disebut fibroplasi karena pada masa ini fibroblas sangat menonjol perannya. Fibroblas mengalami proliferasi dan mensintesis kolagen. Serat kolagen yang terbentuk menyebabkan adanya kekuatan untuk bertautnya tepi luka. Pada fase ini mulai terjadi granulasi, kontraksi luka dan epitelialisasi
C. Fase remodeling atau maturasi
Fase ini merupakan fase yang terakhir dan terpanjang pada proses penyembuhan luka. Terjadi proses yang dinamis berupa remodelling kolagen, kontraksi luka dan pematangan parut. Aktivitas sintesis dan degradasi kolagen berada dalam keseimbangan. Fase ini berlangsung mulai 3 minggu sampai 2 tahun . Akhir dari penyembuhan ini didapatkan parut luka yang matang yang mempunyai kekuatan 80% dari kulit normal
Tiga fase tersebut diatas berjalan normal selama tidak ada gangguan baik faktor luar maupun dalam.
Faktor yang mempengaruhi penyembuhan luka :
Faktor lokal
1.Suplai pembuluh darah yang kurang
2.Denervasi
3.Hematoma
4.Infeksi
5.Iradiasi
6.Mechanical stress
7.Dressing material
8.Tehnik bedah
9.Irigasi
10.Elektrokoagulasi
11.Suture materials
12.Antibiotik
13.Tipe jaringan
14.Facilitious wounds

Faktor umum
1.Usia
2.Anemia
3.Anti inflammatory drugs
4.Cytotoxic and metabolic drugs
5.Diabetes mellitus
6.Hormon
7.Infeksi sistemik
8.Jaundice
9.Penyakit menular
10.Malnutrisi
11.Obesitas
12.Temperatur
13.Trauma, hipovolemia dan hipoksia
14.Uremia
15.Vitamin C dan A
16.Trace metals
Dr. David S Perdanakusuma, dr., SpBP(K)
Departemen Ilmu Bedah Plastik
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga
RSU. Dr. Soetomo Surabaya

C. ANATOMI
Kulit mepunyai tiga lapisan utama : Epidermis , Dermis dan Jaringan sub kutis. Epidermis ( lapisan luar ) tersusun dari beberapa lapisan tipis yang mengalami tahap diferensiasi pematangan.
Kulit ini melapisi dan melindungi organ di bawahnya terhadap kehilangan air , cedera mekanik atau kimia dan mencegah masuknya mikroorganisme penyebab penyakit. Lapisan paling dalam epidermis membentuk sel – sel baru yang bermigrasi kearah permukaan luar kulit. Epidermis terdalam juga menutup luka dan mengembalikan integritas kulit sel – sel khusus yang disebut melanosit dapat ditemukan dalam epidermis. Mereka memproduksi melanin , pigmen gelap kulit. Orang berkulit lebih gelap mempunyai lebih banyak melanosit aktif.

Epidermis terdiri dari 5 lapisan yaitu :
a. Stratum Korneum
Selnya sudah mati , tidak mempunyai intisel , intiselnya sudah mati dan mengandung zat keratin.
b. Stratum lusidum
Selnya pipih , bedanya dengan stratum granulosum ialah sel – sel sudah banyak yang kehilangan inti dan butir – butir sel telah menjadi jernih sekali dan tembus sinar.
Lapisan ini hanya terdapat pada telapak tangan dan telapak kaki.
c. Stratum Granulosum
Stratum ini terdiri dari sel – sel pipih. Dalam sitoplasma terdapat butir–butir yang disebut keratohialin yang merupakan fase dalam pembentukan keratin.
d. Stratum Spinosum / Stratum Akantosum
Lapisan yang paling tebal.
e. Stratum Basal / Germinativum
Stratum germinativum menggantikan sel – sel yang diatasnya dan merupakan sel – sel induk.
Dermis terdiri dari 2 lapisan :
a. Bagian atas , papilaris ( stratum papilaris )
b. Bagian bawah , retikularis ( stratum retikularis )
Kedua jaringan tersebut terdiri dari jaringan ikat lonngar yang tersusun dari serabut – serabut kolagen , serabut elastis dan serabut retikulus
Serabut kolagen untuk memberikan kekuatan pada kulit. Serabut elastis memberikan kelenturan pada kulit.
Retikulus terdapat terutama di sekitar kelenjar dan folikel rambut dan memberikan kekuatan pada alat tersebut.
Subkutis
Terdiri dari kumpulan – kumpulan sel – sel lemak dan diantara gerombolan ini berjalan serabut – serabut jaringan ikat dermis.
Fungsi kulit :
– Proteksi – Pengatur suhu
– Absorbsi – Pembentukan pigmen
– Eksresi – Keratinisasi
– Sensasi – Pembentukan vit D
( Syaifuddin , 1997 : 141 – 142 )
D. PATOFISIOLOGI
Pada dermatitis eksfoliatif terjadi pelepasan stratum korneum ( lapisan kulit yang paling luar ) yang mencolok yang menyebabkan kebocoran kapiler , hipoproteinemia dan keseimbangan nitrogen yang negatif . Karena dilatasi pembuluh darah kulit yang luas , sejumlah besar panas akan hilang jadi dermatitis eksfoliatifa memberikan efek yang nyata pada keseluruh tubuh.
Pada eritroderma terjadi eritema dan skuama ( pelepasan lapisan tanduk dari permukaan kult sel – sel dalam lapisan basal kulit membagi diri terlalu cepat dan sel – sel yang baru terbentuk bergerak lebih cepat ke permukaan kulit sehingga tampak sebagai sisik / plak jaringan epidermis yang profus.
Mekanisme terjadinya alergi obat seperti terjadi secara non imunologik dan imunologik ( alergik ) , tetapi sebagian besar merupakan reaksi imunologik. Pada mekanismee imunologik, alergi obat terjadi pada pemberian obat kepada pasien yang sudah tersensitasi dengan obat tersebut. Obat dengan berat molekul yang rendah awalnya berperan sebagai antigen yang tidak lengkap ( hapten ). Obat / metaboliknya yang berupa hapten ini harus berkojugasi dahulu dengan protein misalnya jaringan , serum / protein dari membran sel untuk membentuk antigen obat dengan berat molekul yang tinggi dapat berfungsi langsung sebagai antigen lengkap.
( Brunner & Suddarth vol 3 , 2002 : 1878 )
E. PATHWAY

F. MANIFESTASSI KLINIS
• Eritroderma akibat alergi obat , biasanya secara sistemik. Biasanya timbul secara akut dalam waktu 10 hari. Lesi awal berupa eritema menyeluruh , sedangkan skuama baru muncul saat penyembuhan.
• Eritroderma akibat perluasan penyakit kulit yang tersering addalah psoriasis dan dermatitis seboroik pada bayi ( Penyakit Leiner ).
– Eritroderma karena psoriasis
Ditemukan eritema yang tidak merata. Pada tempat predileksi psoriasis dapat ditemukan kelainan yang lebih eritematosa dan agak meninngi daripada sekitarnya dengan skuama yang lebih kebal. Dapat ditemukan pitting nail.
– Penyakit leiner ( eritroderma deskuamativum )
Usia pasien antara 4 -20 minggu keadaan umum baik biasanya tanpa keluhan. Kelainan kulit berupa eritama seluruh tubuh disertai skuama kasar.
– Eritroderma akibat penyakit sistemik , termasuk keganasan. Dapat ditemukan adanya penyakit pada alat dalam , infeksi dalam dan infeksi fokal. ( Arif Masjoor , 2000 : 121 )
G. KOMPLIKASI
Komplikasi eritroderma eksfoliativa sekunder :
– Abses – Limfadenopati
– Furunkulosis – Hepatomegali
– Konjungtivitis – Rinitis
– Stomatitis – Kolitis
– Bronkitis
( Ruseppo Hasan , 2005 : 239 : Marwali Harhap , 2000 , 28 )
H. PENGKAJIAN FOKUS
Pengkajian keperawatan yang berkelanjutan dilaksanakan untuk mendeteksi infeksi. Kulit yang mengalami disrupsi , eritamatosus serta basah amat rentan terhadap infeksi dan dapat menjadi tempat kolonisasi mikroorganisme pathogen yang akan memperberat inflamasi antibiotik , yang diresepkan dokter jika terdapat infeksi , dipilih berdasarkan hasil kultur dan sensitivitas.
I. BIODATA
a. Jenis Kelamin
Biasnya laki – lak 2 -3 kali lebih banyak dari perempuan.
b. Riwayat Kesehatan
– Riwayat penyakit dahulu ( RPM )
Meluasnya dermatosis keseluruh tubuh dapat terjadi pada klien planus , psoriasis , pitiasis rubra pilaris , pemfigus foliaseus , dermatitis. Seboroik dan dermatosiss atopik , limfoblastoma.
– Riwayat Penyakit Sekarang
Mengigil panas , lemah , toksisitas berat dan pembentukan skuama kulit.
c. Pola Fungsi Gordon
1. Pola Nutrisi dan metabolisme
Terjadinya kebocoran kapiler , hipoproteinemia dan keseimbangan nitrogen yang negative mempengaruhi keseimbangan cairan tubuh pasien ( dehidrasi ).
2. Pola persepsi dan konsep diri
– Konsep diri
Adanya eritema ,pengelupasan kulit , sisik halus berupa kepingan / lembaran zat tanduk yang besr – besar seperti keras selafon , pembentukan skuama sehingga mengganggu harga diri.
3. Pemeriksaan fisik
a. KU : lemah
b. TTV : suhu naik atau turun.
c. Kepala
Bila kulit kepala sudah terkena dapat terjadi alopesia.
d. Mulut
Dapat juga mengenai membrane mukosa terutama yang disebabkan oleh obat.
e. Abdomen
Adanya limfadenopati dan hepatomegali.
f. Ekstremitas
Perubahan kuku dan kuku dapat lepas.
g. Kulit
Kulit periorbital mengalami inflamasi dan edema sehingga terjadi ekstropion pada keadaan kronis dapat terjadi gangguan pigmentasi. Adanya eritema , pengelupasan kulit , sisik halus dan skuama.
( Marwali Harahap , 2000 : 28 – 29 : Rusepno Hasan , 2005 : 239 , Brunner & Suddarth , 2002 : 1878 ).
DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN FOKUS INTERVENSI
1. Gangguan integritas kulit bd lesi dan respon peradangan
Kriteria hasil : – menunjukkan peningkatan integritas kulit
– menghindari cidera kulit
Intervensi
a. kaji keadaaan kulit secara umum
b. anjurkan pasien untuk tidak mencubit atau menggaruk daerah kulit
c. pertahankan kelembaban kulit
d. kurangi pembentukan sisik dengan pemberian bath oil
e. motivasi pasien untuk memakan nutrisi TKTP
2. Gangguan rasa nyaman : gatal bd adanya bakteri / virus di kulit
Tujuan : setelah dilakuakn asuhan keperawatan diharapkan tidak terjadi luka pada kulit karena gatal
Kriteria hasil : – tidak terjadi lecet di kulit
– pasien berkurang gatalnya
Intervensi
a. beritahu pasien untuk tidak meggaruk saat gatal
b. mandikan seluruh badan pasien ddengan Nacl
c. oleskan badan pasien dengan minyak dan salep setelah pakai Nacl
d. jaga kebersihan kulit pasien
e. kolaborasi dengan dokter untuk pemberian obat pengurang rasa gatal
3. Resti infeksi bd hipoproteinemia
Tujuan : setalah dilakukan asuhan keperawatan diharapkan tidak terjadi infeksi
Kriteria hasil : – tidak ada tanda – tanda infeksi
( rubor , kalor , dolor , fungsio laesa )
– tidak timbul luka baru
Intervensi
a. monitor TTV
b. kaji tanda – tanda infeksi
c. motivasi pasien untuk meningkatkan nutrisi TKTP
d. jaga kebersihan luka
e. kolaborasi pemberian antibiotik
DAFTAR PUSTAKA
– Brunner 7 Suddarth vol 3 , 2002. KEPERAWATAN MEDIKAL BEDAH, Jakarta : EGG
– Doenges M E. 1999. Rencana asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan dokumentasi perawatan pasien edisi 3 , Jakarta : EGC
– Harahap Marwali 2000 , Ilmu Penyakit Kulit , Jakarta : Hipokrates
– Hasan Rusepno 2005 , Ilmu Keperawatan Anak , Jakarta : FKUI
– Mansjoer , Arief , 2000 , Kapita Selekta Kedokteran , Jakarta : EGC
– Syaifudin , 1997 , anatomi Fisiologi , Jakarta : EGC
Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang telah membaca artikel ini, dan saya sebagai penulis hanya ingin meminta do’anya agar saya diberi kelancaran dalam meniti hidup ini.

contact person in 085696970702

Shidiq Widiyanto
NIM : P0032008139

manfaat teh hijau

April 3, 2009

manfaat the hijau

Hasil dari berbagai penelitian di Amerika, Eropa dan Asia menunjukkan bahwa teh hijau bermanfaat mengurangi risiko terkena kanker di kulit, sistem pencernaan, paru-paru, prostat, payudara, dan hati serta proses katarak pada mata. Sebagai antioksidan, polyphenol dalam teh hijau melindungi darah dan kolesterol LDL dari serangan radikal bebas yang menyebabkan penyakit kardiovaskular dan stroke. Peranannya pada peningkatan aktivitas enzim-enzim pertahanan yang melawan radikal bebas menyebabkan polyphenol yang dikandungnya memberi sifat anti-virus dan antimikroba serta mencegah timbulnya racun uremic yang menyebabkan gagal ginjal, melawan bakteri-bakteri yang menyerang gusi dan yang menyebabkan pelubangan gigi.
Polyphenol dalam teh hijau mudah terserap ke dalam seluruh bagian tubuh manusia, tidak menimbulkan keracunan dalam jangka panjang karena ambang batas keracunannya tinggi. Angka batas dosis mematikan terhadap tikus adalah antara 3 g/kg untuk tikus betina dan 5 g/kg untuk tikus jantan. Karena itu, apabila minum 10 cangkir teh hijau tiap hari, asupan polyphenolnya bagi manusia hanya sekitar 20 mg/kg berat badan, jauh di bawah ambang batas yang mematikan tersebut. Angka 10 mg/kg berat badan atau 5 cangkir sehari ternyata cukup efektif untuk memberikan perlindungan oleh antioksidannya.
Berbagai penelitian ini mendukung kesimpulan bahwa minum teh hijau secara teratur dapat membantu secara signifikan usaha pencegahan penyakit dan peningkatan kesehatan. Minum teh hitam, yaitu daun teh yang sudah diragikan untuk meningkatkan rasa dan keharumannya, juga bermanfaat, tetapi tidak sebesar teh hijau.
(Disadur dari informasi dari internet berdasarkan hasil-hasil penelitian di seluruh dunia).

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang telah membaca artikel ini, dan saya sebagai penulis hanya ingin meminta do’anya agar saya diberi kelancaran dalam meniti hidup ini.

contact person in 085696970702

Shidiq Widiyanto
NIM : P0032008139

makalah kdm

April 3, 2009

KATA PENGANTAR

Pui syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena berkat rahmat dan hidayah-Nya sehingga makalah yang berjudul “Memandikan Pasien” dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen KDM yang telah membantu dalam menyusun makalah ini serta teman-teman kelompok yang telah aktif berpartisipasi.

Kami sadar bahwa dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kesalahan, untuk itu kami mengharapkan kepada pembaca yang telah membaca makalah ini kiranya dapat memberikan sumbangsihnya berupa kritik dan sarannya demi kesempurnaan makalah ini.

Kendari, Desember 2008

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Keperawatan adalah suatu bentuk pelayanan professional yang merupakn integral dari pelayanan kesehatan, didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, bentuk pelayanan bio-psiko-sosial

Kulit merupakan organ tubuh paling luar. Luas kulit orang dewasa 1,5 m2 dengan berat 15% berat badan. Kulit yang elastic dan longgar terdapat pada palpebra, bibir dan preputium, kulit yang tebal dan tegang terdapat di telapak kaki dan telapak tangan dewasa. Kulit yang tipis terdapat pada muka, kulit yang lembut terdapat pada leher dan badan, dan kulit yang berambut kasar terdapat pada kepala. Kulit terdiri atas beberapa komponen yaitu epidermis dan dermis. Untuk itu diperlukan adanya kebersihan diri (personal hygine).

1.2 Rumusan Masalah

Bagaimana cara dan persiapan dalam memandikan pasien dan anatomi fisiologi kulit.

1.3 Tujuan

Makalah ini bertujuan untuk membantu mahasiswa keperawatan bagaiman cara menjaga kebersihan pasien yaitu dengan cara memandikan pasien dan menjaga kebersihan kulit.
BABII
PEMBAHASAN

CARA DAN PERSIAPAN MEMANDIKAN PASIEN

A.Pengertian
Tindakan keperawatan yang dilakukan pada pasien yang tidak mampu mandi secara sendiri dengan cara memandikan di tempat tidur.

B.Tujuan
1.Menjaga kebersihan tubuh,
2.Mengurangi infeksi akibat kulit kotor,
3.Memperlancar sistem peredaran darah
4.Menambah kenyamanan pasien.

C.Alat dan bahan
1.Baskom mandi dua buah, masing-masing berisi air dingin dan air hangat
2.Pakaian pengganti
3.Kain penutup
4.Handuk besar
5.Handuk kecil untuk mengeringkan badan
6.Sarung tangan pengusap/waslap
7.Tempat untuk pakain kotor
8.Sampiran
9.Sabun.

D.Prosedur kerja

1.Jelaskan prosedur pada pasien
2.Cuci tangan
3.Atur posis pasien
4.Lakukan tindakan memandikan pasien yang diawali dengan membentangkan handuk di bawah kepala, kemdian bersihkan muka, telinga, dan leher degan sarung tangan pengusap. Keringkan dengan handuk.
5.Kain penutup diturukan, kedua tangan pasien diangkat dan pindahkan handuk di atas dada pasien, lalu bentangkan. Kemudian kembalikan kdua tangan ke posisi awal diats handuk, lalu basahi kedua tangan dengan air bersih. Keringkan dengan handuk.
6.Kedua tangan diangkat, handuk dipindahkan di sisi pasien, bersihkan daerah dada dan perut, lalu keringkan dengan handuk
7.Miringkan pasien ke kiri, handuk dibentangkan kebawah punggung sampai glutea dan basahi punggung h inga glutea, lalu keringkan degan handuk. Selanjutnya miringkan pasien ke kanan dan laukan hal yang sama. Kemudian kembalikan pasien pada posisi terlentang dan pasangkan pakaian dengan rapi.
8.Letakkan handuk di bawah lutut lalu bersihkan kaki. Kaki yang paling jauh didahulukan dan keringkan dengan handuk..
9.Ambil handuk dan letakkan di bawah glutea. Pakaian bawah perut dibuka, lalu bersihkan daerah lipatan paha dan genitalia. Setelah selesai, pasang kembali pakaian dengan rapi.
10.Cuci tangan.

ANATOMI KULIT
Berbicara tentang mandi tentu kita tidak tereplepas dari fisiologi kulit Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 – 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 – 1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Kulit tipis terletak pada kelopak mata, penis, labium minus dan kulit bagian medial lengan atas. Sedangkan kulit tebal terdapat pada telapak tangan, telapak kaki, punggung, bahu dan bokong.
Secara embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapisan luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang merupakan suatu lapisan jaringan ikat.
Epidermis
Epidermis adalah lapisan luar kulit yang tipis dan avaskuler. Terdiri dari epitel berlapis gepeng bertanduk, mengandung sel melanosit, Langerhans dan merkel. Tebal epidermis berbeda-beda pada berbagai tempat di tubuh, paling tebal pada telapak tangan dan kaki. Ketebalan epidermis hanya sekitar5 % dari seluruh ketebalan kulit. Terjadi regenerasi setiap 4-6 minggu.

Epidermis terdiri atas lima lapisan (dari lapisan yang paling atas sampai yang terdalam) :
1.Stratum Korneum. Terdiri dari sel keratinosit yang bisa mengelupas dan berganti.
2.Stratum Lusidum Berupa garis translusen, biasanya terdapat pada kulit tebal telapak kaki dan telapak tangan. Tidak tampak pada kulit tipis.
3.Stratum GranulosumDitandai oleh 3-5 lapis sel polygonal gepeng yang intinya ditengah dan sitoplasma terisi oleh granula basofilik kasar yang dinamakan granula keratohialin yang mengandung protein kaya akan histidin. Terdapat sel Langerhans.
4.Stratum Spinosum. Terdapat berkas-berkas filament yang dinamakan tonofibril, dianggap filamen-filamen tersebut memegang peranan penting untuk mempertahankan kohesi sel dan melindungi terhadap efek abrasi. Epidermis pada tempat yang terus mengalami gesekan dan tekanan mempunyai stratum spinosum dengan lebih banyak tonofibril. Stratum basale dan stratum spinosum disebut sebagai lapisan Malfigi. Terdapat sel Langerhans.
5.Stratum Basale (Stratum Germinativum). Terdapat aktifitas mitosis yang hebat dan bertanggung jawab dalam pembaharuan sel epidermis secara konstan. Epidermis diperbaharui setiap 28 hari untuk migrasi ke permukaan, hal ini tergantung letak, usia dan faktor lain. Merupakan satu lapis sel yang mengandung melanosit.
Fungsi Epidermis adalah Proteksi barier, organisasi sel, sintesis vitamin D dan sitokin, pembelahan dan mobilisasi sel, pigmentasi (melanosit) dan pengenalan alergen (sel Langerhans).
Dermis

Merupakan bagian yang paling penting di kulit yang sering dianggap sebagai “True Skin”.Terdiri atas jaringan ikat yang menyokong epidermis dan menghubungkannya dengan jaringan subkutis. Tebalnya bervariasi, yang paling tebal pada telapak kaki sekitar 3 mm. Dermis terdiri dari dua lapisan :
Lapisan papiler; tipis mengandung jaringan ikat jarang.
Lapisan retikuler; tebal terdiri dari jaringan ikat padat.
Serabut-serabut kolagen menebal dan sintesa kolagen berkurang dengan bertambahnya usia. Serabut elastin jumlahnya terus meningkat dan menebal, kandungan elastin kulit manusia meningkat kira-kira 5 kali dari fetus sampai dewasa. Pada usia lanjut kolagen saling bersilangan dalam jumlah besar dan serabut elastin berkurang menyebabkan kulit terjadi kehilangan kelemasannya dan tampak mempunyai banyak keriput.

Dermis mempunyai banyak jaringan pembuluh darah. Dermis juga mengandung beberapa derivat epidermis yaitu folikel rambut, kelenjar sebasea dan kelenjar keringat. Kualitas kulit tergantung banyak tidaknya derivat epidermis di dalam dermis.
Fungsi Dermis adalah sebagai struktur penunjang, mechanical strength, suplai nutrisi, menahan shearing forces dan respon inflamasi.

Subkutis
Merupakan lapisan di bawah dermis atau hipodermis yang terdiri dari lapisan lemak. Lapisan ini terdapat jaringan ikat yang menghubungkan kulit secara longgar dengan jaringan di bawahnya. Jumlah dan ukurannya berbeda-beda menurut daerah di tubuh dan keadaan nutrisi individu. Berfungsi menunjang suplai darah ke dermis untuk regenerasi.

Fungsi Subkutis / hipodermis : melekat ke struktur dasar, isolasi panas, cadangan kalori, kontrol bentuk tubuh dan mechanical shock absorber.

VASKULARISASI KULIT
Arteri yang memberi nutrisi pada kulit membentuk pleksus terletak antara lapisan papiler dan retikuler dermis dan selain itu antara dermis dan jaringan subkutis. Cabang kecil meninggalkan pleksus ini memperdarahi papilla dermis, tiap papilla dermis punya satu arteri asenden dan satu cabang vena. Pada epidermis tidak terdapat pembuluh darah tapi mendapat nutrient dari dermis melalui membran epidermis

FISIOLOGI KULIT
Kulit merupakan organ yang berfungsi sangat penting bagi tubuh diantaranya adalah memungkinkan bertahan dalam berbagai kondisi lingkungan, sebagai barier infeksi, mengontrol suhu tubuh (termoregulasi), sensasi, eskresi dan metabolisme.
Fungsi proteksi kulit adalah melindungi dari kehilangan cairan dari elektrolit, trauma mekanik, ultraviolet dan sebagai barier dari invasi mikroorganisme patogen. Sensasi telah diketahui merupakan salah satu fungsi kulit dalam merespon rangsang raba karena banyaknya akhiran saraf seperti pada daerah bibir, puting dan ujung jari. Kulit berperan pada pengaturan suhu dan keseimbangan cairan elektrolit. Termoregulasi dikontrol oleh hipothalamus.

Temperatur perifer mengalami proses keseimbangan melalui keringat, insessible loss dari kulit, paru-paru dan mukosa bukal. Temperatur kulit dikontrol dengan dilatasi atau kontriksi pembuluh darah kulit. Bila temperatur meningkat terjadi vasodilatasi pembuluh darah, kemudian tubuh akan mengurangi temperatur dengan melepas panas dari kulit dengan cara mengirim sinyal kimia yang dapat meningkatkan aliran darah di kulit. Pada temperatur yang menurun, pembuluh darah kulit akan vasokontriksi yang kemudian akan mempertahankan panas.

BABIII
PENUTUP

Simpulan

Salah satu kebutuhan dasar manusia yaitu personal hygine yang erat hubungannya dengan mandi. Berbicara tentang mandi tentu kita tidak tereplepas dari fisiologi kulit Kulit adalah suatu organ pembungkus seluruh permukaan luar tubuh, merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh kulit beratnya sekitar 16 % berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2,7 – 3,6 kg dan luasnya sekitar 1,5 – 1,9 meter persegi. Tebalnya kulit bervariasi mulai 0,5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umur dan jenis kelamin. Umtuk itu sangat diperlukan kebersihannya setiat saat.

DAFTAR PUSTAKA

Doenges M E. 1999. Rencana asuhan Keperawatan untuk perencanaan dan
dokumentasi perawatan pasien edisi 3 , Jakarta : EGC

Harahap Marwali 2000 , Ilmu Penyakit Kulit , Jakarta : Hipokrates

Hasan Rusepno 2005 , Ilmu Keperawatan Anak , Jakarta : FKUI

Mansjoer , Arief , 2000 , Kapita Selekta Kedokteran , Jakarta : EGC

Syaifudin , 1997 , Anatomi Fisiologi , Jakarta : EGC

Tugas Makalah

MK : Kebutuhan Dasar Manusia

MEMANDIKAN PASIEN

OLEH
KELOMPOK III

JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK
KESEHATAN
KENDARI
2008

MEMANDIKAN PASIEN

OLEH :

ALPINA BURA
BASO AGUS TAWAKAL
EPON NOVIYANTI
KIKI ROSMA WIDYAWANTI
MARSELINA PASENO
ORDANI
RINA RUKMALA
SHIDIQ WIDIYANTO
TASRING
WIWIK ANGGRAENI SANGO

JURUSAN KEPERAWATAN POLITEKNIK
KESEHATAN
KENDARI
2008

MATERI KULIAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM) KEBUTUHAN ELIMINASI

April 3, 2009

MATERI KULIAH
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM)
KEBUTUHAN ELIMINASI

Eliminasi adalah proses pembuangan sisia metabolisme tubuh baik berupa urin atau bowel (feses).

‘ ELIMINASI URINE ‘

Urine normalia adalah pengeluaran cairan yang prosesnya tergantung pada fungsi organ-organ eliminasi urine seperti ginjal, ureter, bladder dan uretra.

Ginjal memindahkan air dari darah berbentuk urine. Ureter mengalirkan urine ke bladder. Dalam bladder urine ditampung sampai mencapai batas tertentu. Kemudian dikeluarkan melalui uretra.

Refleks miksi

Kandung kemih dipersarafi araf saraf sakral (S-2) dan (S-3). Saraf sensori dari kandung kemih dikirim ke medula spinalis (S-2) sampai (S-4) kemudian diteruskan ke pusat miksi pada susunan saraf pusat. Pusat miksi mengirim signal pada kandung kemih untuk berkontraksi. Pada saat destrusor berkontraksi spinter interna berelaksasi dan spinter eksternal dibawah kontol kesadaran akan berperan, apakah mau miksi atau ditahan. Pada saat miksi abdominal berkontraksi meningkatkan kontraksi otot kandung kemih, biasanya tidak lebih 10 ml urine tersisa dalam kandung kemih yang diusebut urine residu.

Pada eliminasi urine normal sangat tergantung pada individu, biasanya miksi setelah bekerja, makan atau bangun tidur., Normal miksi sehari 5 kali.

Karakteristik urine normal
warna : kuning terang
bau : khas amoniak
jumlah : tergantung udia, intak cairan, status kesehatan, orang dewasa 1200 – 1500 ml per hari.

Faktor- faktor yang Mempengaruhi Eliminasi Urine
1.pertumbuhan dan perkembangan
2.sosio kultural
3.psikologi
4.kebiasaan seseorang
5.tonus otot
6.intak cairan dan makanan
7.kondisi penyakit
8.pembedahan
9.pengobatan
10.pemeriksaan diaknostik

Maslah-masalah Eliminasi Urine
1.restensi urine
2.inkontinensi urine
3.enurisis

Perubahan Pola Berkemih
1.frekuensi
2.urgency
3.dysuria
4.polyuria
5.urinarry suprrssion

‘ ELIMINASI BOWEL (BAB) ‘

Dalam proses defekasi terjadi dua macam refleks yaitu :
1. Refleks defekasi intrinsik
Refleks ini berawal dari feses yang masuk rectum yang kemudian menyebabkan rangsangan pada fleksus ingentikus dan terjadilah gerakan peristaltik. Setelah feses tiba di anus secara sistematis spingter interna relaksasi maka terjadi defekasi.
2. Refleks Defekasi Parasimpatis
Fese yang masuk ke rectum akan merangsang saraf rectum yang kemudian diteruskan ke spinal coral, dan dari sini kemudian dikembalikan ke kolon desenden, sigmoid dan rectum yang manyababkan intensifnya peristaltik. Relaksasi spinter interna maka terjadilah defekasi.

Dorongan feses juga dipengaruhi oleh kontrol abdomen, disfragma, dan kontraksi otot.

Faktor-fakor Yang Mempengaruhi Proses Defekasi

1.Usia : bayi kontrol defekasi belum berkembang, usika kontrol defekasi menurun.
2.Diet : makanan bersifat mempercepat prosews produlsi feses, juga kwantitas makanan.
3.Intak Cairan : Ciran kurang feses libih keras karena absorbsi cairan meningkat
4.Aktifitas : Tonus otot abdomen, pelvis dan diafragma akan membantu proses defekasi.
5.Psikologis : Cemas, takut, marah, ekan meningkatkan pristaltik aehingga menyebabkan diare.
6.Pengobatan
7.Gaya Hidup : Kebiasaan untuk melatih pola BAB sejak kecil secara teratur, fasilitas BAB dan kebiuasaan menahan BAB.
8.Penyakit : Diare, konstipasi.
9.Anastesi dan Pembedahan : Biasanya 24-48 jam.
10.Nyeri : bisa mengurangui keinginan BAB.
11.Kerusakan Sensori motorik.

Masalah Umum pada Eliminasi

1.Konstipasi
2.Fecel Infaction
3.Diare
4.Incontencia Alvi
5.Kembung
6.Hemoroid

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang telah membaca artikel ini, dan saya sebagai penulis hanya ingin meminta do’anya agar saya diberi kelancaran dlam meniti hidup ini.

contact person in 085696970702

Shidiq Widiyanto
NIM : P0032008139

MATERI KULIAH KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM) KEBUTUHAN ELIMINASI

April 3, 2009

MATERI KULIAH
KEBUTUHAN DASAR MANUSIA ( KDM)
KEBUTUHAN ELIMINASI

Eliminasi adalah proses pembuangan sisia metabolisme tubuh baik berupa urin atau bowel (feses).

‘ ELIMINASI URINE ‘

Urine normalia adalah pengeluaran cairan yang prosesnya tergantung pada fungsi organ-organ eliminasi urine seperti ginjal, ureter, bladder dan uretra.

Ginjal memindahkan air dari darah berbentuk urine. Ureter mengalirkan urine ke bladder. Dalam bladder urine ditampung sampai mencapai batas tertentu. Kemudian dikeluarkan melalui uretra.

Refleks miksi

Kandung kemih dipersarafi araf saraf sakral (S-2) dan (S-3). Saraf sensori dari kandung kemih dikirim ke medula spinalis (S-2) sampai (S-4) kemudian diteruskan ke pusat miksi pada susunan saraf pusat. Pusat miksi mengirim signal pada kandung kemih untuk berkontraksi. Pada saat destrusor berkontraksi spinter interna berelaksasi dan spinter eksternal dibawah kontol kesadaran akan berperan, apakah mau miksi atau ditahan. Pada saat miksi abdominal berkontraksi meningkatkan kontraksi otot kandung kemih, biasanya tidak lebih 10 ml urine tersisa dalam kandung kemih yang diusebut urine residu.

Pada eliminasi urine normal sangat tergantung pada individu, biasanya miksi setelah bekerja, makan atau bangun tidur., Normal miksi sehari 5 kali.

Karakteristik urine normal
warna : kuning terang
bau : khas amoniak
jumlah : tergantung udia, intak cairan, status kesehatan, orang dewasa 1200 – 1500 ml per hari.

Faktor- faktor yang Mempengaruhi Eliminasi Urine
1.pertumbuhan dan perkembangan
2.sosio kultural
3.psikologi
4.kebiasaan seseorang
5.tonus otot
6.intak cairan dan makanan
7.kondisi penyakit
8.pembedahan
9.pengobatan
10.pemeriksaan diaknostik

Maslah-masalah Eliminasi Urine
1.restensi urine
2.inkontinensi urine
3.enurisis

Perubahan Pola Berkemih
1.frekuensi
2.urgency
3.dysuria
4.polyuria
5.urinarry suprrssion

‘ ELIMINASI BOWEL (BAB) ‘

Dalam proses defekasi terjadi dua macam refleks yaitu :
1. Refleks defekasi intrinsik
Refleks ini berawal dari feses yang masuk rectum yang kemudian menyebabkan rangsangan pada fleksus ingentikus dan terjadilah gerakan peristaltik. Setelah feses tiba di anus secara sistematis spingter interna relaksasi maka terjadi defekasi.
2. Refleks Defekasi Parasimpatis
Fese yang masuk ke rectum akan merangsang saraf rectum yang kemudian diteruskan ke spinal coral, dan dari sini kemudian dikembalikan ke kolon desenden, sigmoid dan rectum yang manyababkan intensifnya peristaltik. Relaksasi spinter interna maka terjadilah defekasi.

Dorongan feses juga dipengaruhi oleh kontrol abdomen, disfragma, dan kontraksi otot.

Faktor-fakor Yang Mempengaruhi Proses Defekasi

1.Usia : bayi kontrol defekasi belum berkembang, usika kontrol defekasi menurun.
2.Diet : makanan bersifat mempercepat prosews produlsi feses, juga kwantitas makanan.
3.Intak Cairan : Ciran kurang feses libih keras karena absorbsi cairan meningkat
4.Aktifitas : Tonus otot abdomen, pelvis dan diafragma akan membantu proses defekasi.
5.Psikologis : Cemas, takut, marah, ekan meningkatkan pristaltik aehingga menyebabkan diare.
6.Pengobatan
7.Gaya Hidup : Kebiasaan untuk melatih pola BAB sejak kecil secara teratur, fasilitas BAB dan kebiuasaan menahan BAB.
8.Penyakit : Diare, konstipasi.
9.Anastesi dan Pembedahan : Biasanya 24-48 jam.
10.Nyeri : bisa mengurangui keinginan BAB.
11.Kerusakan Sensori motorik.

Masalah Umum pada Eliminasi

1.Konstipasi
2.Fecel Infaction
3.Diare
4.Incontencia Alvi
5.Kembung
6.Hemoroid

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang telah membaca artikel ini, dan saya sebagai penulis hanya ingin meminta do’anya agar saya diberi kelancaran dlam meniti hidup ini.

contact person in 085696970702

Shidiq Widiyanto
NIM : P0032008139

KONSEP CAIRAN DAN ELEKTROLIT

April 3, 2009

KONSEP CAIRAN DAN ELEKTROLIT

Total Body Water (TBW)
Total Body Water (TBW) adalah presentase dari berat air dibandingkan dengan berat badan total. bervariasi menurut jenis kelamin, umur dan kandungan lemak dalam tubuh.
Bayi (baru lahir) 70-80%
Dewasa 60%
Pria (20-40 tahun) 60%
Wanita (20-40 tahun) 50%
Usia lanjut (60 + tahun) 45-50%

Fungsi Cairan
Di dalam tubuh, cairan berfungsi sebagai pengatur temperatur tubuh, sebagai transpor nutrien ke sel, transpor hasil sisa metabolisme, transpor hormon, pelumas antar organ, dan mempertahankan tekanan hidrostatik dalam sisitem kardiovaskuler.

Keseimbangan Cairan
Kebutuhan per hari 1800 – 2500 ml, ditentukan oleh intake dan output. Intake : minuman 1200 ml, makanan 1000 ml. Output : ginjal (1200 – 1500 ml/hari), feses (100 ml/hari), paru paru (300 – 500 ml/hari), kulit (600 – 800 ml/hari).

Faktor Yang mempengaruhi Keseimbangan Cairan
a.Stres diakibatkan oleh adanya peningkatan metabolisme sel, konsentrasi darah meningkat, glikoolisis otot meningkat, mengakibatkan terjadi retensi sodium dan air sehingga produksi urine menurun.
b.Sakit seperti pasca operasi, trauma jaringan, kelainan jantung, gunjal dan hormon.
c.Usia berkairtan dengan luas permukaan tubuh, metaboluiisme yang diperlukan, serta berat badan.
d.Suhu Lingkungan panas berlebihan mengakibatkan tubuh berkeringat.
e.Diet kekurangan nutrisi mengakiobatkan perpindahan cairan dari intertisial ke entraseluler.

Elektrolit Tubuh
Zat terlarut dalam tubuh terdiri dari elektrolit dan nonelektrolit. Elektrolit merupakan unsur atau senyawa yang jika berada dalam larutan menghasilkan partikel-partikel yang bermuatan listrik (ion). Sedangkan nonelektrolit adalah zat terlarut yang tidak bermuatan listik (protein, urea, glukosa, O2, CO2, dll). Elektrolit yang bermuatan positif disebut Kaion yang terdiri dari Na, K, Ca, dan Mg. yang bermuatan negatif disebut Anion yang terdiri dari Cl, HCO3, HPO4, dan SO4. Konsentrasi setiap elektrolit di dalam cairan intrsel dan ekstrasel harus berbeda pada bagian yang tepatdan dalam jumlah yang tepat.

Pengaturan Elektrolit
1.Natrium (sodium) adalah kation paling banyak pada cairan ekstrasel, mempengaruhi keseimbangan air,m hantaran impuls saraf dan konsentrasi otot. Diatur oleh intake garam, aldosteron, pengeluaran urine. Normalnya sekitar 135 – 148 mEg/ltr.
2.kalium (potasium) dalah kation utama pada intrasel. Berfungsi dalam aktifitas neoromuskuler dan konsentrasi otot, idperlukan dalam sintesis glikogen dan protein, pengaturan keseimbangan asam basa. Normalnya sekitar 3,5 – 5,5 mEg/ltr.
3.Kalsium berguna untuk integritas kulit dan stuktur sel, konduksi jantung, pembekuan darah serta pembentukan tulang dan gigi. Diatur oleh kelenjar tiroid dan paratiroid. hormon tiroid mengabsorbsi kalsium melalui gastrointestinal, sekresi di ginjal.
4.Magnesium Kation terbanyak kedua di intrasel dan sangat penting untuk aktivitas enzim, aktivitas saraf dan otot. Nilai normalnya 1,5 – 2,5 mEg/ltr.
5.Klorida Terdapat pada cairan ekstrasel dan intrasel, normalnya 95 – 105 mEg/ltr.
6.Bikarbonat (HCO3) adalah buffer kimia utama dalam tubuh, terdapat pada cairan ekstrasel dan intrasel, diatur oleh ginjal.
7.Fosfat merupakan anion buffer dlam cairan ekstrasel dan intrasel, berfungsi untuk meningkatkan aktifitas neuromuskuler, metabolisme karbohidrat dan pengaturan asam basa.

Pengaturan Cairan dan Elektrolit
Cairan dan elektrolit berpindah dari satu kompartemen ke kompartemen lain un\tuk memfasilitasi proses yang terjadi di dalm tubuh, berpindah secara defusi, osmosis, filtrasi dan transpor aktif. Pembatas utama dari perpindahan zat terlarut dalam tubuh adalah membran sel.

KEPERAWATAN PROFESIONAL

April 3, 2009

KEPERAWATAN PROFESIONAL

Menurut Chinn Yacobs (1983)

Profesi adalah suatu pekerjaan yang memerlukan pengetahuan khusus dalam beberapa bidang ilmu, melaksanakan peran yang bermutu di masyarakat. Melaksanakan cara-cara dan peraturan yang telah disepakati olrh anggota profesi.

Menurut Oemar Hamalik (1986)

Profesi adalah suatu pernyataanatan janji terbuka, bahwa orang akan mengabdikan dirinya kepada suatu jabatan /pekerjaan karena orang tersebut terpanggil untuk menjabat pekerjaan itu.

PROFESIONALISASI

Suatu ideologi yang berhubungan dengan kegiatan-kegiatan yang dapat ditemukan dalam kelompok pekerjaan yang berbeda-beda dimana anggotanya mengharapkan status profesional.

Semua Profesi

Semua profesi harus memiliki :
a.Memiliki proses profedionalisasi yang berkelanjutan dengan evaluadi revesi.
b.Harus sensitif dan responsif terhadap kritik umum yang berhubungan dengan pekerjaan tugas dalam rangka pelayanan terhadap masyarakat.

Masyarakat menilai apakah oekerjaan itu bersifat profesional atau tidak.

KARAKTERISTIK PROFESI
( Abraham Flexner 1915 )

Karakteristik profesi adalah sebagai berikut.
1.Aktifitas yang bersifat vimtelektual
2.Berdasarkan ilmu pengetahuan
3.Digunakan untuk tujuan praktek pelayanan
4.Dapat dipelajari
5.Terorganisasi secara internal
6.altruistic ( mementingkan orang lain )

CIRI-CIRI PROFESI

a.Pekerjaan dilakukan secara menetap (seumur hidup)
b.Pekerjaan yang dilakukan dengan motifasi kuat untuk melakukan pekerjaan itu dan tidak mendapat kepuasan bila tidak melakukan pekerjaan itu (penggilan jiwa)
c.Memiliki keterampilan khusus yang menyangkut ilmu dan seni
d.Keputusan berdasarkan prinsip/teori dalam kegiatan profesional selalu membuat keputusan untuk menghadapi dan merencanakan sesuatu
e.Berorientasi kepada pelayanan, prilaku kegiatan profesionbal itu harus selalu diarahkan untuk mrmbantu memnuhi kebutuhan kesehatan manusia, agar manusia dapat melaksanakan fungsi kehidupan
f.Pelayanan berdasarkan kebutuhan obyektif (fakta)
g. mempunyai otonomi dalam menentukan tindakan. mempunyai wewenang/kebebasan dalam menentukan kegiatannya tidak perlu dikontrol ol;eh profesi lain
h.Memliki standar etika dan standar praktek profesiaonal dalam prilaku kegiatan praktek profesional harus menerapkan nilai-nilai yang baik dan benar, sertya menggunakan ketentuan prilaku yang disepakati olreh profesi.
i.Mempunyai wadah yang berbentuk organisasi kegitan profesi.

KRITERIA UMUM PROFESI

Schein & Kommers (1972)

Pelayanan berdasarkan “Body of Knowledge”. Kemampuan memberikan pelayanan khas pada orang lain. Pendidikan standar dan berdasarkan pendidikan tinggi, adanya pengawasan/kontrol terhadap prakteknya dengan menggunakan standar paraktek.
Tanggung jawab dan tanggung gugat anggota untuk tindakan :
Legal (sesuai hukum)
Pergroup
Pegawai
Konsumen/masyarakat /penerima pelayanan

Greaood

Setiap profesi harus memiliki :
Teori yang sisitematis
Otoritas kewenangan
Kode etik (pedoman moral profesi)
Kultural (tat nilai)

Suatu pekerjaan bersifat profesional/tidask tergantung pada kriteria yang ditetapkan

KEPERAWATAN SEBAGAI PROFESI

Dalam hal profesi keperawatan, Program pendidikan keprofesian bertujan menghasilkan ‘Perawat’ yang bertanggungjawab , berkemampuan dan berkewenangan melaksanakan keperawatan dalam segala aspek dengan selalu berpedoman pada kode etik keperawatan sbagai tuntunan.

Keperawatan suatu bentuk pelayanan profesional yang sepenuhnya terintegrasi keda;am pelayanan kesehatan, berbentuj pelayanan bio-psiko-sosial-spiritual yang komperhensif didasarkan pada ilmu dan kiat ke[erawtan di tujukan kepada individu, keluarga dan komunitas baik dakit maupun sehat mencakup seluruh asek kehidupan.

Keperawatan merupakan profesi yang berdasarkan kemanusiaan. Keperawatan meyakini bahwa manusi sebagai penerima pelayanan mempunyai kebutuhan bio-psiko-sosial-spiritual.

Keperawatan sebagai suatu bidang keprofesian dilandasi opleh kelompok ilmu/pengetahuan (body of knowledge) berbagai tehnik/metodekeperawatn dan dilandasi etika keprofesian.

Seorang perawat profesional dalam melakukan asuah kpeperawatan berdasarkan standar yang ditetapkan oleh profesi dengan menjalani pendidikan/latihan yang lama.

CIRI KEPERAWATAN SEABAGI PROFESI

Menurut Flaheti 1980
1.Pendidikan umum dan khusus : umum maksudnya mampu ber[ikir, bernalar, dan manghargai lingkungan, khusus yaitu menghargai kerangka teori yang kuat
2.Pengakuan terhadap kode etik
3.Dedikasi terhadap penguasaan keahlian
4.Keterampilan penuh dalam profesi
5.Akontabilitas tindakan

Kode etik keperawatan berfungsi:
a.Pedoman resmi untuk tindakan profesional yang diikuti oleh orang-orang dalam profesi
b.Kerangka pikir bagi anggoyta profesi untuk mengambil suatu keputusan
c.Menunjukkan standar profesi untuk kegiatan keperawatan dengan pasien
d.Alat untuk menyusun srandar praktek profesional, memoerbaiki, memelihara, standar tersebut.

Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda yang telah membaca artikel ini, dan saya sebagai penulis hanya ingin meminta do’anya agar saya diberi kelancaran dlam meniti hidup ini.

contact person in 085696970702

Shidiq Widiyanto
NIM : P0032008139


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.